Jumat, 24 Juni 2011

Menang dan Kalah Selalu ada Dalam kehidupan

Menang

Kalah
Juara

Belum berhasil

Itu hal yang biasa dalam pertandingan, dalam persaingan
Mempersiapkan mental sebagai juara sepertinya lebih mudah, daripada mempersiapkan menerima kekalahan


Tapi itulah hidup, anakku
Kadang kita diatas, kadang juga dibawah

Tuhan berikan kita sedikit ketakutan, untuk memperbaiki diri di kemudian hari
Tuhan berikan sedikit kekurangan, untuk menciptakan kelebihan di tempat lain

Apapun yang kau usahakan kemarin bila sudah maksimal itulah yang terbaik hari ini
Bila yg kau usahakan kemarin belum pada titik maksimal, berusahalah di masa mendatang

Bapak hanya sampaikan, lakukan segala sesuatunya yang terbaik yang bisa kamu usahakan
Apapun hasilnya, Tuhan Maha Tahu segala rahasianya

Yang Jelas We Love You ... JUst THe Way You Are....

Salam Sayang, dari Bapak dan Mama untuk Abang Nichol – Abang Diaz and Kakak Olga

Selasa, 28 Desember 2010

Mengenang Bapak Op. Taruliasi

Hari ini adalah peringatan satu tahun wafatnya bapak saya. Jauh-jauh hari ibu saya sudah meminta kelima anaknya untuk meluangkan waktu di weekend panjang ini untuk berdoa bagi bapak dengan berkumpul bersama di rumah ibu. Ya, rumah tempat kami dulu tinggal bersama. Tempat bapak, ibu, saya, dan empat saudara saya menghabiskan masa lalu kami. Selain peringatan wafatnya bapak, hari ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun adik saya yang ke-43. Sedangkan tahun 2010 ini ibu saya yang merayakan hari jadinya yang ke-51. Dan dipilihlah hari Minggu kemarin untuk memperingati ketiga momen itu. Acara berlangsung sederhana. Kami hanya berkumpul, makan malam bersama, dan berdoa. Peringatan wafatnya bapak menjadi fokus utama kami. Tak heran, banyak memori masa lalu bersama bapak muncul lagi.

Tak terasa sudah satu tahun bapak meninggalkan kami. Rasanya seperti baru kemarin kami berlima diasuh bapak dan ibu. Rasanya seperti baru kemarin saya bergelayutan manja di bahu bapak. Rasanya seperti baru kemarin saat saya bermain hujan-hujanan dan kemudian digelandang bapak pulang ke rumah. Saya berontak, menangis, dan diledek teman-teman. Duh, malunya. Rasanya seperti baru kemarin saya dihadiahi bapak Kamera foto karena saya diterima di universitas swasta. Rasanya seperti baru kemarin saat saya melihat bapak tersenyum bahagia di hari pernikahan. Dan, rasanya seperti baru kemarin saat Tardidi atau pemandian anak perempuanku Trya Olga Amika Simamora, kemudian bapak tutup usia.

Saat bapak meninggal, saya pribadi merasa ‘kecewa’ karena bapak pergi terlalu cepat. Cita-cita untuk membahagiakan bapak tidak tercapai. Saya ingin membalas pengorbanan dan kasih sayangnya yang telah diberikannya kepada kami selama ini. Dahulu bapak pernah bilang ingin melihat saya punya rumah dan mobil. Dimata beliau, itu sangat membanggakannya. Baru saja saya berhasil mewujudkan salah satu harapan bapak saat saya dan istri saya. Puji Tuhan, berhasil membeli Mobil pada Maret 2009 lalu. Beliau sangat senang mendengarnya. Tak sabar rasanya segera mengajak bapak naik mobil kami. Tapi takdir berkata lain. Bapak ternyata tak kan pernah naik mobil kami yang saya dedikasikan untuk beliau.

Begitulah, banyak sekali kepingan memori yang muncul saat kita mengenang orang tercinta yang telah pergi meninggalkan kita. Kini orang tua saya tinggal ibu, yang tak kalah besar pengorbanan dan kasih sayangnya untuk anak-anaknya. Sekarang tidak ada alasan bagi saya untuk tidak membahagiakan ibu saya, selagi saya masih bisa melihat senyumnya hingga detik ini.

Pesannya :

Nungga leleng au dison
Mandohoti pardalanan ni portibi on
Alai dang muba, najolo tu saonari
Songonon dope

Tontong do au dison
Sonang do au dison

Aha nahurang be nian ?
Aha silehononku ?
Unang segai au..

Aha nahurang be nian ?
Aha sibahenonku ?
Unang arsaki au

Tontong do au dison
Sonang do au dison

Doa di Hari Natal 2010 dan Tahun Baru 2011

To : Kel Besar Op.Taruliasi

Bapa yang terkasih, tolonglah kami untuk mengingat kelahiran Yesus, sehingga kami dapat turut bernyanyi bersama para malaikat, turut bergembira bersama para gembala, dan turut menyembah bersama para orang Majus.

Tutuplah pintu kebencian dan bukalah pintu kasih di seluruh penjuru dunia. Biarlah kebaikan hati setiap orang tersalur dalam setiap pemberian hadiah dan niat baik senantiasa menyertai setiap ucapan selamat kami.

Lepaskanlah kami dari yang jahat melalui berkat yang Kristus bawa, dan ajarilah kami agar dapat bersukaria dengan hati yang bersih.

Semoga pagi di hari Natal ini membuat hati kami berbahagia karena menjadi anak-anak-Mu, dan malam Natal nanti menghantar kami tidur dengan pikiran yang dipenuhi ucapan syukur, kesediaan untuk mengampuni dan diampuni, semata-mata untuk menyenangkan hati Yesus, Amin!

Selasa, 19 Oktober 2010

Arti Berbagi yang Sebenarnya

Untuk Istriku : Marlinda Simarmata

Sepasang kakek-nenek datang kerestoran Mc Donald dengan saling menuntun. Mereka duduk disebuah bangku panjang berdua, di samping seorang anak muda. Si kakek segera berdiri dan memesan makanan,sebuah hamburger, seporsi kentang goreng dan segelas minuman.Setelah itu kembali duduk, membagi hamburger jadi 2 bagian, menghitung kentang goreng dengan cermat dan membagi adil dengan si nenek, kemudian mengambil dua sedotan, menaruh gelas minuman tepat ditengah meja. Si anak muda memperhatikan tingkah sepasang kakek-nenek itu dengan salut.

Si kakek kemudian mulai makan bagiannya, sementara si nenek hanya memperhatikan. Si anak muda merasa kasian, akhirnya mendekat dan berkata: “Kek boleh … Si Kakek jawab : “ tidak usyah terima kasih..kami selalu berbagi makanan yang sama”. Sampai si kakek selesai makan, mengelap mulut dengan tissue, si nenek masih saja menunggu tanpa menyentuh makanan bagiannya.

Si anak muda mendekat lagi, kali ini berkata: “Nek, boleh saya belikan makanan yang lain, mungkin nenek tidak suka yang ini?” Si Nenek jawab: “Tidak terimakasih..” Terus si Anak muda bertanya lagi, “Kalau begitu kenapa makanannya tidak dimakan, katanya kalian suka berbagi?” Kata si Nenek, “SAYA SEDANG MENUNGGU GIGI… GANTIAN SAMA KAKEK!!”