Selasa, 12 Oktober 2010

Dibalik Cerita Seorang Bapak

Cerita ini untuk : Tria Olga Amika Siamora

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa,

yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya….. Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Bapak?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Bapak-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil,

Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Bapak bekerja dan dengan wajah lelah Bapak selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……

Bapak biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Bapak mengganggapmu bisa,

Bapak akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Bapak, jangan dilepas dulu roda bantunya”, Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Bapak dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba

Tetapi Bapak akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Bapak melakukan itu karena Bapak tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek,

Bapak yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Bapak benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….

Kamu mulai menuntut pada Bapak untuk dapat izin keluar malam,

dan Bapak bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Bapak melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Bapak, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Bapak, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Bapak memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Bapak sangat ingin mengikuti keinginanmu,

Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Bapak akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)

Bapak sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Bapak merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Bapak melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu,

kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Bapak adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Bapak akan mengeras dan Bapak memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Bapak akan segera datang?

“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Bapak”

Setelah lulus SMA, Bapak akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Bapak itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…

Tapi toh Bapak tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Bapak

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…

Bapak harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Bapak terasa kaku untuk memelukmu?

Bapak hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Bapak ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Bapak lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya,

dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Bapak melakukan itu semua agar kamu KUAT…

kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu,

orang pertama yang mengerutkan kening adalah Bapak.

Bapak pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru,

dan Bapak tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Bapak adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Bapak, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Bapak belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Bapak merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Bapak adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Bapak akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Bapak untuk mengambilmu darinya.

Bapak akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Bapak tahu…..

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Bapak melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya,

Bapak pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui,

di hari yang bahagia itu Bapak pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Bapak menangis karena Bapak sangat berbahagia,

kemudian Bapak berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Bapak berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….

Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Bapak hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Bapak telah menyelesaikan tugasnya….

Bapak, Ayah, Papa kita…

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal.

Dibalik Cerita Seorang Sahabat

Cerita ini buat : Nichol PO and Phaulusdiaz DM Simamora

Saya mempunyai seorang sahabat semasa kuliah dan kami bertemu untuk melepaskan rindu. Sudah 7 tahun yang lalu kami tidak pernah bertemu dimulai saat kami selesai dinotbatkan menjadi seorang Sarjana Komunikasi di salah satu perguruan tinggi yang ada di Jakarta Selatan.

Kini dia telah menikah dan memiliki 2 orang anak laki -laki. Maklum sahabat saya waktu disemester kedua telah menikah. Dalam pertemuan, banyak yang kami ceritakan, mulai dari cerita sewaktu menjadi mahasiswa hingga cerita tentang pernikahan.

Pada pertemuan itu juga, kami berbagi cerita tentang sifat -sifat anak kami. Sahabat saya menceritakan tentang kedua sifat anaknya, bahwa kedua anaknya mempunyai sifat yang berbeda.

Anak pertama sahabat saya berusia 13 tahun dan dia sangat patuh kepada kedua orangtuanya. Maklum dia anak sulung sudah seharusnya memberikan contoh yang baik pada adiknya. Belajar sendiri, buat PR sendiri, selesai sekolah langsung pulang kerumah, rajin membantu ibunya, menjaga adik bahkan dia juga menyapu dan mencuci piring dirumah .

Dia juga sering meraih beberapa prestasi baik disekolah maupun melalui event yang menampilkan perlombaan. Dia juga sangat mandiri dan tidak mau menyusahkan kedua orangtuanya. Sahabat saya bilang dia sangat beruntung punya anak yang baik seperti anak pertamanya karena dia tidak perlu lagi harus bersusah payah mengurusinya.

Kemudian, anak yang kedua sahabat saya berusia 10 tahun dan mempunyai sifat yang berbeda dari abangnya. Dia sangat malas belajar, tidak mau mengerjakan tugas-tugas sekolah, suka berantam sesama temannya, pergi kesekolah juga harus dipaksa, sering melawan orangtuanya dan masih banyak lagi sifat-sifat buruknya.

Atas sifat dan perilaku anak keduanya, sahabat saya menjadi lebih fokus senantiasa melayani , membimbing, mendampingi, memberikan kasih sayang, perhatian, menemani mengerjakan tugas-tugas sekolah, mengantarkan pergi kesekolah, membujuknya saat sedang merajuk dan lain-lain.

Tindakan sahabat saya ini hanyalah untuk membuat sifat anak keduanya dapat berubah dan bisa seperti sifat dan perilaku abangnya. Hari demi hari sahabat saya selalu sabar dan ikhlas dalam melakukan dan memberikan kasih sayang serta perhatianya tanpa mengenal lelah sedikit pun.

Dalam keikhlasan, kesabaran dan sikapnya yang pantang menyerah menjadi modal utama baginya untuk merubah sikap anaknya. Perasaannya pun menjadi sangat senang dan bahagia ketika dia berhasil merubah perilaku anak keduanya menjadi baik.

Namun seketika waktu perubahan perilaku terjadi pada anak pertamanya. Anak pertamanya mulai malas belajar, selesai sekolah sering telat pulang kerumah, tugas –tugas sekolah sering tidak lagi pernah dikerjakan, bangun pagi sering kesiangan dan beberapa perilaku buruknya lagi. Sahabat saya menjadi heran dan terkejut dengan sikap anak pertamanya itu, karena perilakunya lebih buruk lagi dibanding dengan perilaku adiknya terdahulu.

Sahabat saya berusaha untuk menemukan masalah tentang perubahan sikap yang dialami anak pertamanya. Keikhlasan, kesabaran dan sikap pantang menyerah juga menjadi modal utamanya dalam merubah perilaku anaknya.

Disaat menjelang tidur malam, sahabat saya menghampiri anaknya yang pada saat itu sedang mau tidur di dalam kamarnya. Kemudian sahabat saya menanyakan perubahan sikap pada anaknya. Pada saat itulah anaknya dengan jujur mengatakan bahwa dia melakukannya karena dia juga menginginkan kasih sayang dan perhatian ayah dan ibunya seperti yang pernah dilakukan kepada adiknya.

Dibalik cerita singkat ini, ada makna yang dapat saya petik atas peran sahabat saya sebagai orangtua dalam memperlakukan dan mendidik anak-anaknya. Adapun makna dari beberapa cerita tersebut :

Sebagai orangtua harus memahami tentang psikologis anak kita masing-masing, misalnya perasaan, emosional, pikiran, minat, bakat, kebutuhan, motivasi dan kemampuannya. Dengan memahami psikologis ini, maka kita akan mampu memberikan asuhan dan didikan yang baik bagi anak kita.

Sebagai orangtua harus mempunyai sifat keikhlasan, kesabaran dan sifat pantang menyerah dalam memberikan asuhan dan didikan pada anak. Sebab sifat dan perilaku anak gampang berubah dalam situasi tertentu.

Sebagai orangtua juga harus bisa menjadi teman dari anak dalam menyelesaikan masalahnya dan bukan sebagai orangtua yang menyalahkan dan menghakimi anaknya. Perilaku dan sifat anak dapat dimodifikasi dengan membutuhkan keikhlasan, kesabaran serta sikap yang pantang menyerah.

Sebagai orangtua jangan memaksakan pada anak untuk mengatakan tentang masalahnya kepada kita disaat anak sedang baru mengalaminya. Dan usahakan agar anak dengan sendirinya mau mengatakan tentang masalahnya dengan sejujurnya. Walaupun membutuhkan waktu yang relative lama.

Sebagai orang tua dalam memberikan kasih sayang, perhatian dan penghargaan harus seimbang dan adil diterima oleh anak. Karena kasih sayang, perhatian dan penghargaan tersebut merupakan pondasi anak dalam melanjutkan proses tumbuh kembangnya.

Anak yang telah mempunyai sifat dan perilaku yang baik jangan dibiarkan dengan sendirinya, senantiasa berikan motivasi, perhatian dan penghargaan agar anak dapat mempertahankan sifat dan perilakunya dengan baik.

“ Terimakasih sahabat atas pembelajaran yang engkau berikan, semoga semua orangtua senantiasa ikhlas, sabar dan pantang menyerah dalam memberikan asuhan dan didikan bagi anak-anaknya.”

Kamis, 05 Agustus 2010

Patah Hati Seorang Bapak

Ada cerita seorang bapak yang sangat menyayangi anaknya, suatu hari si Bapak ngasih kalung permata bagus banget, anaknya seneng sekali.

Setiap hari kalung itu dipake terus, pagi siang malam gak mau dilepasin, si anak bahagia sekaligus senang atas kalung yang indah pemberian Bapaknya.

Satu bulan kemudian si Bapak manggil anaknya dan di berkata: "anakku .... Bapak liat kamu sangat suka ama kalung itu .... Bapak boleh ga minta kalung itu", si anak menjawab : " ga ah papa ...... aku suka dan sayang ama kalung ini ..... kalo papa minta yang lain ... aku kasih deh" ......

Akhirnya si Bapak tersebut diam saja ........ dan anaknya terus tertawa dan tetap menyimpan kalung itu ...... 1 bulan kemudian .... si Bapak manggil anaknya lagi dan berkata: "anakku ..... kamu suka sekali ama kalung itu ya .... Bapak boleh minta kalung kamu ???" si anak menjawab sambil merengut: " ga ah papa ...... aku sayang banget ama kalung ini .... aku ga pengen ngelepasin kalung ini .... kalung ini setiap hari bersama-sama dengan aku ... kalau papa minta yang lain aku kasih deh ..." akhirnya Bapak itu diam lagi dan menarik nafas ....... dan anaknya tetap dengan kalung tersebut ........

Satu bulan kemudian bapak ini manggil anaknya lagi:" anakku ... Bapak boleh minta ga kalung ini???" ... si anak menjawab dengan muka sedih: " papa .... papa suka ya sama kalung ini ??? ... papa benar benar mau yang dengan kalung ini ??? " dengan menangis anak ini lalu melepas kalung itu dan memberikan kepada Bapaknya: " papa .... kalung ini kuberikan pada papa .... walaupun hati saya sangat sedih" si Bapak menerimanya dengan tersenyum dan berkata kepada anaknya" anakku ..... kalung yang kamu pakai itu adalah kalung permata yang palsu .... Bapak mau mengganti dengan kalung permata yang asli " ..........

Kadang kadang kita merasa bahwa kita mendapatkan yang terbaik .. tapi percayalah ..... bukan itu yang terbaik ..... karena yang terbaik telah disiapkan Tuhan untuk kita ......

Sertifikat Hak Milik atau SHM

Izin Penghuni berbeda dengan SHM. Meskipun sebuah rumah dinas telah dihuni berpuluh tahun bukan berarti rumah itu sudah menjadi milik penghuni.

SHM adalah singkatan dari Sertifikat Hak Milik.

Merupakan Hak Atas tanah yang terbaik.

jangka waktu berlakunya hak, tidak dibatasi.

Obyek tanah yang bisa dijadikan hak milik adalah tanah pertanian dan bukan pertanian


Pemegang Hak Milik adalah :

· Perseorangan Warga Negara Indonesia,

· Badan Hukum yang ditunjuk seperti Bank Pemerintah dan Lembaga Keagamaan (yang menggunakan tanahnya untuk sarana peribadatan).

Hak Milik atas tanah negara dapat diperoleh dengan Keputusan Pemberian Hak oleh Instansi BPN (Badan Pertanahan Nasional)

Hak Milik dapat juga diperoleh dengan mendaftarkan tanah Hak Milik Adat/Girik ke kantor BPN untuk dikonversi menjadi Hak Milik

Hak Milik dapat beralih dan dialihkan serta dapat dibebani dengan Hak Tanggungan sebagai Jaminan Hutang

Prosedur membuat SHM :

1. Mengisi Formulir Permohonan

2. Maksimum luas tanah 600M2

3. Sertifikat Hak Guna Bangunan atau Hak Pakai

4. Foto copy Izin Mendirikan Bangunan, atau Surat Keterangan Lurah setempat bahwa bangunan tersebut digunakan untuk rumah tinggal ( dengan menunjukan aslinya )

5. Foto copy PBB tahun berjalan ( dengan menunjukan aslinya )

6. Surat Pernyataan diatas materai Rp.6000,- tidak memiliki tanah perumahan lebih dari 5 (lima) bidang dengan luas tanah keseluruhan tidak lebih dari 500M2

7. Surat Kuasa dan Foto copy KTP Penerima Kuasa bila dikuasakan

8. Foto copy KTP Pemohon

9. Surat Persetujuan dari pemegang Hak Tanggungan apabila tanah tersebut dibebani Hak Tanggungan

Jangka waktu penyelesaian : 21 hari kerja setelah berkas lengkap

Sertifikat Hak Milik atau SHM

Izin Penghuni berbeda dengan SHM. Meskipun sebuah rumah dinas telah dihuni berpuluh tahun bukan berarti rumah itu sudah menjadi milik penghuni.

SHM adalah singkatan dari Sertifikat Hak Milik.

Merupakan Hak Atas tanah yang terbaik.

jangka waktu berlakunya hak, tidak dibatasi.

Obyek tanah yang bisa dijadikan hak milik adalah tanah pertanian dan bukan pertanian

Pemegang Hak Milik adalah :

Perseorangan Warga Negara Indonesia,

Badan Hukum yang ditunjuk seperti Bank Pemerintah dan Lembaga Keagamaan (yang menggunakan tanahnya untuk sarana peribadatan)

Hak Milik atas tanah negara dapat diperoleh dengan Keputusan Pemberian Hak oleh Instansi BPN (Badan Pertanahan Nasional)

Hak Milik dapat juga diperoleh dengan mendaftarkan tanah Hak Milik Adat/Girik ke kantor BPN untuk dikonversi menjadi Hak Milik

Hak Milik dapat beralih dan dialihkan serta dapat dibebani dengan Hak Tanggungan sebagai Jaminan Hutang

Prosedur membuat SHM :

1. Mengisi Formulir Permohonan

2. Maksimum luas tanah 600M2

3. Sertifikat Hak Guna Bangunan atau Hak Pakai

4. Foto copy Izin Mendirikan Bangunan, atau Surat Keterangan Lurah setempat bahwa bangunan tersebut digunakan untuk rumah tinggal ( dengan menunjukan aslinya )

5. Foto copy PBB tahun berjalan ( dengan menunjukan aslinya )

6. Surat Pernyataan diatas materai Rp.6000,- tidak memiliki tanah perumahan lebih dari 5 (lima) bidang dengan luas tanah keseluruhan tidak lebih dari 500M2

7. Surat Kuasa dan Foto copy KTP Penerima Kuasa bila dikuasakan

8. Foto copy KTP Pemohon

9. Surat Persetujuan dari pemegang Hak Tanggungan apabila tanah tersebut dibebani Hak Tanggungan

Jangka waktu penyelesaian : 21 hari kerja setelah berkas lengkap

Kamis, 10 Desember 2009

Jangan Hanya Melihat Dengan Mata



Dua malaikat yang sedang melakukan perjalanan ke luar kota, singgah pada rumah seorang yang kaya raya. Keluarga tersebut kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat tersebut tidur di dalam rumah besar mereka. Sebagai gantinya, mereka menyuruh kedua malaikat tersebut tinggal di gudang bawah tanah mereka yang dingin, kotor dan tanpa pemanas. Ketika sedang menyiapkan tempat tidur mereka, malaikat yang lebih tua melihat sebuah lubang di dinding, dan lalu memperbaikinya. Ketika malaikat yang lebih muda bertanya, malaikat yang tua itu menjawab: "Tidak semua hal itu sebagaimana tampaknya."


Malam berikutnya, kedua malaikat tersebut menginap di sebuah keluarga petani yang miskin, tetapi sangat ramah. Setelah berbagi makanan yang serba sedikit, pasangan petani tersebut mempersilahkan kedua malaikat tersebut tidur di tempat tidur mereka, sedangkan mereka sendiri tidur di lantai.

Ketika matahari muncul di ufuk timur keesokan paginya, mereka menemukan pasangan petani tersebut sedang menangis sedih. Ternyata, sapi yang merupakan satu-satunya sumber penghidupan mereka, yang memberikan susu setiap pagi, tergeletak mati di pinggir ladang mereka. Malaikat muda menjadi marah dan mencaci maki malaikat tua, katanya, "Mengapa engkau tega melakukan semua ini kepada mereka? Mengapa engkau membiarkan semua ini terjadi? Kemarin kita mendapat kesempatan untuk menginap di rumah seorang kaya raya. Kita dibiarkan tidur di gudang yang kotor dan dingin, tetapi kamu masih membantu mereka dengan memperbaiki dindingnya yang bolong. Malam ini kita menginap di rumah seorang petani miskin yang begitu ramah dan mau berbagi, tetapi apa yang kamu lakukan? Kamu biarkan sapi yang merupakan satu-satunya sumber hidup, mati. Maumu apa, sih?"

Malaikat tua menjawab singkat: "Tidak semua hal itu sebagaimana tampaknya."

Ketika malaikat muda mendesak untuk menjelaskan, malaikat tua berkata, "Waktu kita menginap di tempat orang kaya kemarin, aku melihat sebuah lubang di dinding. Di dalamnya ada kepingan emas. Tetapi karena orang kaya tersebut sangat tamak, tidak mau berbagi, dan tidak bisa ramah kepada orang lain, maka dinding tersebut kututup. Biar mereka tidak tahu dan tidak dapat mengambil emas tersebut. Lalu malam ini, ketika kita tidur di ranjang Pak Tani, dan mereka mengalah tidur di lantai, malaikat maut datang hendak mengambil isteri petani itu. Tetapi aku belokkan dan sebagai gantinya, malaikat maut itu mengambil sapi Pak Tani."

-------------

Tidak semua hal itu seperti bagaimana tampaknya. Terkadang kejadian di sekitar kita juga begitu. Jika kamu memiliki iman, kamu harus percaya bahwa semua hal merupakan keberuntunganmu, meskipun mungkin kita tidak menyadarinya.

Orang yang datang dan pergi begitu saja dalam kehidupan kita, ada yang menjadi teman, dan ada pula yang tinggal hanya sekejap, tetapi meninggalkan kenangan manis dalam kehidupan dan hati kita. Dan kita tidak pernah menjadi sama, karena kita telah berteman dengan banyak orang.

Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.

Lirik Lagu Batak


SAI ANJU MA AU

Aha do alana, dia do bossirna hasian

umbahen sai muruk ho tu au ito
molo tung adong na sala na hubaen
denggan pasingot hasian

Molo hurimangi, pambahenan mi na tu au
nga tung maniak ate atekki
sipata bossir soada nama i
dibaen ho mangarsak au

Reff.
Molo adong na sala
manang na hurang pambahenan ki
sai anju ma au, sai anju ma au
ito hasian
sai anju ma au, sai anju ma au
ito nalagu

ANAKKON HI DO HAMORAON DI AU

Reff.... Anakkon hi do hamoraon di au


Marhoi hoi pe au inang da tu dolok tu toruan
mangalului ngolu-ngolu naboi parbodarian
asal ma sahat gelleng hi da sai sahat tu tujuan
anakkon hi do hamoraon di au.

Nang so tarihut hon au pe angka dongan
ndada pola marsak au disi
marsedan marberlian, marcincin nang margolang
ndada pola marsak au disi

Huhoho pe massari arian nang bodari
lao pasikkolahon gellekki
naikkon marsikkola satimbo timbona
sikkap ni natolap gogokki

PODA

Angur do goarmi anak hon hu
Songon bunga bungai nahussusi
Molo marparange na denggan doho
Diluat nadaoi
Ipe ikkon benget ma ho
Jala pattun maradophon natua tua
Ai ido arta na ummarga i
Dingolumi
Unang sai mian jat ni rohai
Dibagasan rohami
Ai ido mulani sikka mabarbar
Da hasian
Ipe ikkon ingot ma maho
Tangiang mi do parhitean mi
Dingolumi oh tondikku

Reff :
Ai damang do sijujung baringin
Di au amang mon….
Jala ho nama silehon dalan
Dianggi ibotomi
Ipe ingot maho amang
Dihata podakki
Asa taruli ho diluat
Sihadaoani

Molo dung sahat ho tu tano parjalangan mi
Marbarita ho amang
Asa tung pos rohani damang nang dainang mon
Ditano hatubuan mi

O, TANO BATAK

O, Tano Batak
haholongakku
Sai namalungun
do au tu ho

Ndang olo modom
Ndang nok matakku
Sai namasihol do au
Sai naeng tu ho

O, Tano Batak
Sai naeng hutatap
Dapothonokku
Tano hagodangakki
O, Tano Batak
Andigan sahat
Au on naeng mian di ho sambulokki

Molo dung bitcar matani ari
Lao panapuhon hauma i

Godang do ngolu siganup ari
Dinamaringan di ho sambulokki

DIPARSOBANAN

Ai diingot ho dope itorap dakdanak uju i

rap marmeam meam di hauma manag di balian i
ho marlojong lojong di batangi laos hu adu sian pudi
laos tinggang do ho ditiki i sap gambo bohimi

Ai diingot hodope ito nadiparsobanan i
ima naso tarlupahon au tikki roma rimbus i
laos hubukka ma da bajuki asa adonk saong saong mu
tung massai gomos do ho huhaol asa tung las ma daging mi

Reff
Hape dung saonari nunga leleng dang pajumpang dohot ho hasian
nunga adong sappulu taon atik naung muli do ho
Molo tung pe namuli pe taho dang na pola sala i hasian
asal ma huida bohimi asa tung sonang rohakki
anggo rokkap do ito Tuhan ta do umboto i

ADONG HUIDA SADA BUNGA

Adong huida sada bunga

Rupana tung massai uli
Sai marhabang akka loba
Naeng songgop tu bunga nai

Dina laho au naeng mambuat
Huida dang disi bei
Mulak boti au jala marsak
Pasari sari bungai

Reff

Sai huranapi humaliang
Mangalului si songoni
Hape dinaso pakkiriman
Huida ho di lambuki

Boasa ia dung botari
Pajuppang au dohot ho
Sian na sogot sai hulului
Rokkap ni tondi da ito

MANDUDA BAIONI

Rap hita nadua hasian manduda baioni

Rap hita nadua hasian tu parmahanan i
Laos hugalmit ma ito da hurum mi
Mekkel suping ho tu au
Holan ho na ma ito, holan ho do hasian

Pos do rohami tu au ito, songoni nang au tu ho

Songon aek tu na mauas i sihol hi tu ho ito
Molo so pajumpang au dohot ho marsahali sadari
Sai busisaon au, sae busisaon au
Ala ni holong hi tu ho

Bu

Reff.

Ias do holong mi tu au ito
Songon bottar ni bajumi
Ndang marhaulahan burjumi lagumi tu au ito
Ikkon ho nama ito, ikkon ho do hasian
Parumaen ni dainang i

ANAKKU NABURJU

Anakku naburju anak hasianku

anakku nalagu
ingot do ho amang di akka podani
natua tua mi

Dung hupaborhat ho namarsikkola i
tu luat na dao i amang
benget do ho amang, benget do ho
manaon na hassit i

Reff.
Ipe amang, hasian ku
anakku naburju
pagomos ma tangiang mi
tu mula jadi nabolon i

Anggiat ma ture, sude hamu pinoppar hi amang
marsiamin aminan, marsitukkol tukkolan
songon suhat di robean i..

Dung lam dao amang, pangarantoan mi

anakku na lagu
sipata lomos do, natua tua mon
disihabunian i

Hutangiangkon do, mansai gomos amang
anggiat muba rohami
dijalo do amang, dijalo do
tangiang hi amang

anak na burjuuuuuuuuuuuuuuu

Jot-Jot do ahu tangis

Molo tung adong

Nahurang na hu bahen tuho
Naso suman tu roham

Dohon onmudo
Huhut ajari ahu ito
Unang sai pintor posi hatam

Andorang so saut
Dope hita nahinan
Lambok-lambok do hatam

Molo antar muruk manang
Mardandi ahu tuho
Sai nimmudo ooo
Ai aha do i hasian

Ref
Dungkon saonari
Dung saut hita hape amang
Muba do sude pangalahom

Jot-jot do ahu tangis
Molo hu ingot nahinan
Boasa tung hutaon nasonginon
Jalo onhu namai nidokni bagian hi
Sai jakhon ma ahu tondikku

ANAKHON HU

Anakkon hu hasian

burju burju ma ho sikkola
sotung marisuang gogokki

Bereng dainang mi
naung bukkuk nang so matua
holan pasari sari ho amang

Reff.
Dang na mora au amang
manang par hauma na bidang
sotung
laos marisuang
sasude na halojaonki
o amang..........

Martaon ombun, didadang ari
ditinggang udan do hami da amang
di balian i.....
holan asa boi pasikkolahon ho

Anakkon hu hasian
tangihon pangidoan kon
sotung marisuang gogokki.

TUNG SO HU LOAS MARSAK

Aha do arsak ni rohami

Aha na holip dirohami
Umbaen na sai holsoan ho
Paboa ma tu au da hasian

Au sugarima tardodo au
Akka nabuni dirohami
Naeng ma putikonku
Asa tung mago holso mi ito

Reff.
Tung so huloas ho ito di ago arsak
Tung so huloas ho ito sai tumatangis
Asa rap mekkel hita nadua
Asa rap mekkel hita nadua hasian

TUHAN

Nunga lao au marjalang tu nadao

Hutadinghon damang dainang I di hutai
Jumpang hu do na hujalahi di nadao
Maranak marboru au marhaulian I

Reff:
Mauliate ma Tuhan O Debata
Ai diramoti au tong-tong
Dingolukku

Nunga gabe au di lehon Tuhan
Marhaulion au mar hamoraon I
Mauliate ma nang di damang dainang
Sai horas be ma hami pinopparmon

Mauliate ma Tuhan O Debata
Ai diramoti au tong-tong
Di ngolukku
Mauliate ma Tuhan O Debata…..
Anggiat ma tong-tong tiur
Ngolukkon….

BETA HITA

Beta hita...beta hita mardalani

Mardalan-dalan tu sadaan

Dikala senja sinar mentari
membias dengan indahnya
pelangi jingga laksana lembayung sutra
inginku berjalan ke alam nirwana

Beta hita...beta hita mardalani
Mardalan-dalan tu sadaan

Ahama boanonta
Ise me jouonta

Awan menggelegar
sungguh membahana
menyegarkan suasana jiwa letih...lelah...mmm
berjalan lepaskan resah

Beta hita...beta hita mardalani
Mardalan-dalan tu sadaan

Sapele-sapele si ria-ria
tunkot jom amani malotom
nabibi namalamun takkup gaol natata
anggiku metteng-eteng ibotoku martata
talu au marjuji sawang getep
ise pataluhon si ganjang mise

TARINGOT AU

Taringot au uju tinggal di huta

raphon si dongan magodang
marmeam-meam tu hauma
manutung gadong dohot cabe natata
rap do hot dongan
macai sonang tahe maronang-ronang

dung mulak sian hauma
marlojong tu tao toba
marlangei so marna loja
sihubeon nunga tung maccai malena
di dadang ari namar hali pitonga
di hosni ari i

taringot au
taringot au uju tinggal di huta
taringot u tuakka dongan magodangi

molo tikki poltak bulan
marendei di alaman raphon dohot namar baju
mekel-ekel tung maccai sonang

mollo tikki poltak bulan
marendei di alaman
raphon dohot namar baju
mekel-ekel tung maccai sonang

taringot au
taringot au uju tinggal di huta
taringot u tuakka dongan magodangi

PUTUS SIKKOLA

Unang Marsakho
Amang sinuan tunas
Ala naung suda gogo au
Putus sikkola ho hasian na laguuuuuuuuu

Laho ma ho amang
Marjalang tu nadao
Na lao ma ho o tondingku
Borhat ma damang tu luat na leban

Ref
Tangiangki ma amang
Na mandongani ho diluat na dao
Anggiat bolas ho
Dapot ho niluluan mu amang
Molo tung na sahat ho amang
Tu nasininta sinta-sinta ni roham
Tongos surat paboa baritam
Lao paposhon rohangki amang 2x

PULO SAMOSIR

Pulo Samosir do haroroanku Samosir do

Ido asalhu sai tong ingotonhu |
Saleleng ngolungku hupuji ho | 2x

Disi do pusokhi pardengkeanhu haumangki
Gok disi hansang nang eme nang bawang |
Rarak do pinahan di dolok i | 2x


Ref : Laope au marhuta sada
Tung sopola leleng nga mulak au
Di parjalangan ndang sonang au
Sai tu Pulo Samosir ma sihol au


Molo marujung ma, muse ngolungku sai ingot ma
Anggo bangkeku disi tanomonmu |
disi udeanku sarihon ma |2x

Molo masihol ho, di natinombur masihol ho
manang niura dohot na margota
Di Pulo Samosir do dapot ho, manang niura
dohot namargota di Pulo Samosir do dapot ho.

HODO RAJAKKU

Oh….. Tuhan, molo tung na lilu pe au

Tong-tong ma ahu taiti tu dalan mi

Tong-tong ma ahu ramoti dinasa langkaki

Oh….. Tuhan molo tung mabiar pe ahu

Sai tiop ma tanganku, sai togu-togu ahu

Sondangima ma rohakku, urasi tondikki

Ho do hatiurani, ho do muali

Ho do dalan na tutu, ho do sasude

Ho do Rajakku sipaluai, sahat tu surgo ahu

Binahen ni mudar-Mi

Ho do Rajakku naung manobus ahu

Dang be mabiar au tu hamateani

HUTONGOS SURAT HU TUHO

Hutongos surat hu tu ho

Disi hutonahon do ho
Porlu situtu ikkon ro
Porlu situtu ikkon ro ho ito
Isini surathu tu ho
Disi hupaboa tu ho
Molo tung so boi ho ro
Suratmu ma baen
laos paboa baritam

Reff :
Kabar angin na hubege ito
Adong na can dapot ho dinadao
Uli situtu gabe tata roham
Tu au daito anak ni napogos on

MARBORU SILEBAN

*
Jangkon ma inong, da parumaen mon
Nang pe boru sileban i
Na gabe rokkaphi
Jangkon ma hami gelleng mon
Si laosi poda i
Asa sai horas, sai gabe hita on
Asa sai horas, sai gabe hita on

**
Tung pe inongku, tung so tarbahen au
Na tinodo ni rohami
Na gabe parumaen mi
Ai parumaenmon do dainang
Na pature-ture hon au
Di tano parjalangan i
Di parjalangan di luat si leban i

Reff
Nang pe torop akka si solhoti
Soada i na manarihon au
Boru si leban ondo inongku
Na sai tong-tong mandulo au inang
Di parsahiton, nang di sitaonon i
Di parsorion, nang di sidangolon i

Back to **

ISE DO NASALA

Nungnga tung takkas ito

Hupaboa hasian
Tu damang dainangi
Parbogason tai
Ala naung sanga tarunduk au
Tu damangi
Tu au ito napogos on
Alai sasude nai
Sakkap ni rohattai
Gabe songon nipi do
Tihos ni arii

Reff :
Rauli…
Paima mau dinipi mi
Paboanku do tuho
Ise do nasala
Ise do nasala
Dihita nadua

ITO NALAGU

Ito nalagu

Ito nauli diau
Didia ho
Didia ho dapottonokku
Pikkir ito
Marbilang bilang ma ho
Hasian
Beha roham dokma hatam
Alusi au

Ref

Aut na diboto ho ma ilukku
Nasai maraburan
Aut na diboto o
Ate atekku malala dibagasan

MARPANGANCI

Molo robot ni borngin i
Hundul ahu marhatutukian
huingot ma sude hatami
ditingki rondang ni bulani i

Sai tangis do ahu tingki i
marningot pargaulanta i
hurimpu do tutu nidok mi
hape na marpangansi do ho ito

Pandelean nama jambar hu hasian
ido ito pinangidomi
pulut ni roham taononku nama i
naung tarsurat do di tanganki

la la la la...
la la la laaaaaaa

Sai tangis do ahu tingki i
marningot pargaulanta i
hurimpu do tutu nido mi
hape na marpangansi do ho ito

Pandelean nama jambar hu hasian
ido ito ... pinangido mi
pulut ni roham taononku nama i
naung tarsurat do ditanganki

la la la la...
la la la laaaaaaa

NA SONANG DO HITA NADUA

Nasonang do hita nadua
Saleleng ahu rap dohot ho
Nang rodi na sari matua
Sai tong ingoton ku doho

Hupeop sude denggani basam
Huboto do tu ahu do roham
Nang rodi na sari matua
Sai tong ingoton ku doho

cipt. Nahum Situmorang

O, TAO TOBA
O, Tao toba

Angka dolok na timbo
Do manghaliangi ho.
O, tao toba na uli
Ro di halak na dao,
Tong manghasiholi ho.
O, tao toba na uli.

O, tao toba
Raja ni sudena tao,
Tao na sumurung
Na lumobi ulimi.
Umbaen masihol, saluhut ni
Nasa bangso, mamereng ho.
O, Tao Toba na uli.

-Nahum Situmorang

DALAN NARAIS


Dalan na rais, mabukkuk di laosi ho
Loja ho inang di nalao mangula i
So sanga tahe di dai ho nasonang i
Holan lao pature-ture au da inang...

Roham tung lambok, nang pe loja ho inang
Ikkon do sonang bahenonku ho nian
So sanga di dai ho loja ni da tangan mi
Hape dang dipaima ho...

Reff
Aha ma bahenonku,Diama tarbahen au
Mambalos burjumi,Ia dung dapot au
Nalao pasonang roham
Hape nunga jumolo ho inang

On do na hudok tu hamu ale dongan
Ingot na torasmu, debatam di tano on
Unang dung mate tortoranmu bakke i
Dang adong be labani

Ahama bahenonku,Dia ma tarbahen au
Mambalos burjumi,Inang nauli basa
Inang nauli lagu
Holan dangolnai do bagianmu... 2x

TOGA NAINGGOLAN (cipt: William Star Baho)

Toga nainggolan pinoppar ni siraja lontung,
Parbahul bahul nabolon jala parholong,
Dua mai tahe na pinopparna,
Siraja batu ima buha bajuna,
Siruma hombar ima siampudanna,

Oppui siraja batu dua ma ianakhonna,
Sibatuara dohot parhusip,
Oppu siruma hombar opat ma anak na,
Lumban nahor dohot mogot pinayungan,
Lumban siantar dohot huta balian,

Batuara dua ma anakna siahaan dohot siappaga,
Mogot pinayungan dua ma anakna,
Lumban tukkup dohot lumban raja,

**
Toga nainggolan napinoppar nai torop diparserahan
Dipusuk ima marga nahula, sibuaton dohot marga pusuk
Diuluan nang disihotang, dipahae, nang di pardagangan
Pinoppar ni toga nainggolan
Tong tong sihaholongan

Toga nainggolan... parbahul bahul nabolon
Toga nainggolan... paramak so balunon

PARCUMA

Angin bawa kabar kesana
bawa beta pun kesana
dia di disana
bilang betapun rindu
bilang betapun sayang
biar beta tak bisa jauh
ale ada dihati

tunggu ale lama disini
rindu setengah mati
mana ale pun janji
beta sabar menanti
so ale nyong sampe hati
biar ale tak bisa jauh
beta pegang sebu janji

Reff

katongpun lama katong pun cinta
tagan mo tunggu beta
cari hidup di rantau
ternyata beta susah disini

kalo ada yang mo masuk beta sayangeeee
nona terima saja
jang ale pikir beta rindu
senyong sedih sayang

perkara cinta beta cinta
mo sayang pale sayang nona sayangeeee
mo so biki apa sioooe
Pas tinggal beta eee

siooo eee percuma beta susah dirantau

UNANG PARMEAM-MEAM AHU

Ho do namandokkon jolo tamat ahu,
Sai nimmu do tu ahu
Ho do namandokkon jolo horja ahu,
Sai nimmu do tu ahu
Ho do namandokkon ingkon sabar ahu,
Sai nimmu do tu ahu
Sai tarpaima, sai tarpaima, sai hupaima

Molo sai husungkun ho dahasian
Parbogasontai
Sai tarilu-ilu ho dahasian
Lao mangalusi ahu
Hata naung tapuduni saleleng on
Hutiop doi gomos
Sabar do ahu, sabar do ahu, paimahon ho

Reff :
Unang gabusi ahu ito
Unang marsandiwara ho
Molo so olo ho tu ahu
Paboa aha alana da

Unang parmeam-meam ahu
Unang parmeam-meam ahu

SENGKO SENGKO

Sengko sengko dainang
sengko sengko dainang
sengko sengko dainang
sengko inang sengko sengko

trilala trilala
sirege rege tumba
sirege rege tumba
inang sengko sengko

Tudia ma luluan dainang
da goring-goring baen soban da inang
tudia ma luluan dainang
da boru tobing baen dongan

sahat sahat ni solu dainang
sai sahat ma tu bontean da inang
sahat hita mangolu dainang
sai sahat tu panggabean

SERMA DENGAN DENGAN

Serma dengan dengan doding dodingkon

kontongon tene boto
serma dengan dengan doding dodingkon
tongon haluya

Mariama sibawe daboto
marbulung tada tada
maria nama bue daboto
tubu sisada

Ijon pe adong loging daboto
loging sidua bolung
ijon pe adong doding daboto
doding ni simalungun

POS NI UHUR MAI


Reff
Pos ni uhur mai daboto
manadingkon au sononda
rugih iluhku mambur
mardingan janji na daung salpu, otene boto

song 1
Nasuan ma timbahon
duda sagantang eme, otene boto
naubah ma parlaho
ulang songon siapari, otene boto

song 2
Dalan tu harang gaol
bohat bulung ni pisang, otene boto
pal pala na margaul
ulang be lamin sirang, otene boto

REGE REGE REGE DA INANG

Rege rege rege da inang

tartukkan i tartukkan on ma ho ito
rege rege rege....
tartukkan i tartukkan on ma ho ito

Tangan do botohon da inang
ujung na ima jari-jari da inang
ro hami dison
jumolo tangan marsantabi da inang

Tudia ma luluan da inang
hau sirata baen soban da inang
tudia ma luluan
boru marmata baen dongan da inang chi.... huy!!

Lao au tu dolok da inang
mandior hotang tu balian da inang
sude do gabe sursar
molo hita marsidalian da inang

BOASA

Voc : Trio Santana + Tigor Panjaitan

Sirang ma hape ito....
Au dohot ho ....
Borhat maho lao tu nadao
Tading ma ahu sasada ahu...

Jalang tangankon ito...
tiop ma gomos
Bereng ma ilu-ilukon..
Ilu-ilu parsirangan on...

Reff
Boasa ma pajumpang molo ingkon laho marsirang
ido na so tarsolsoli ahu
Boasa ma hutanda molo laho ingkon laho marsirang
ido naso tarsarihon ahu

Jalang tangankon ito...
tiop ma gomos
Bereng ma ilu-ilukon..
Ilu-ilu parsirangan on...

BORU PANGGOARAN

Ho do borukku
Tappuk ni ate atekki
Ho do borukku
Tappuk ni pusu pusukki,

Burju burju maho
Namarsikkola i
Asa dapot ho
Na sinitta ni rohami

Molo matua sogot ahu
Ho do manarihon ahu
Molo matinggang ahu inang
Ho do namanogu-nogu ahu

Reff :
Ai ho do borukku,
boru panggoaranhi
Sai sahat ma da na di rohami.
Ai ho do borukku,
boru panggoaranhi
Sai sahatma da na di rohami