Rabu, 13 Oktober 2010

Bapak dan Anak-anaknya

Buat Anakku : Nichol - Diaz - Olga Simamora

Seorang Bapak terlihat begitu stress melihat kelakuan anak-anaknya. Dia terus mengawasi anak-anaknya yang sedang bermain. Sang bapak seringkali harus mengomel karena tindakan bahaya dari anak-anaknya tersebut. Anak-anak yang sedang asyik bermain sepertinya tidak menggubris apa yang dikatakan oleh Bapak mereka. Sang bapak yang sudah tidak tahan lagi melihat kelakuan anak-anaknya tersebut, berteriak keras kepada anak-anaknya. Mereka pun akhirnya terdiam dan langsung masuk ke kamar tidur mereka.

Bapak ini merasa menyesal akan tindakan yang dilakukannya terhadap anak-anakNya. Keesokkan paginya, sang bapak masuk ke kamar anak-anaknya. Anak-anaknya yang sudah bangun dari tadi, memalingkan mukanya ketika tahu bapaknya masuk ke kamar. Dengan jalan perlahan, dia mendekati tempat tidur anak-anaknya.

Sang bapak memanggil nama anak-anaknya, tapi ketiganya tidak ada yang menoleh. Sang bapak lalu menyatakan kesalahan dan penyesalannya kepada anak-anaknya tersebut. Dengan wajah penuh air mata, ketiga anaknya menghadapkan badannya ke hadapan bapaknya tersebut dan memeluk bapaknya erat-erat. Salah seorang anaknya berkata dengan sesegukkan, "Bapak, aku menangis bukan karena bentakan Bapak ke aku, tetapi karena aku nakal hingga bapak jadi marah. Bapak, maafkan aku."

Terkadang di dalam hidup, kita pun seperti layaknya anak ini yang kurang bisa mendengar dengan baik. Kita menjadi marah ketika orangtua, sahabat, istri menasihati hal yang benar, tetapi akhirnya menyesal di kemudian hari karena perkataan mereka benar adanya.

Bersyukurlah karena memiliki orang-orang yang mengingatkan ketika melakukan kesalahan dan mengasihi Anda dengan sepenuh hati mereka. Terlebih dari itu, bersyukurlah kepada ALLAH karena menyatakan kasih-Nya kepada Anda setiap hari.

Selasa, 12 Oktober 2010

Dibalik Cerita Seorang Bapak

Cerita ini untuk : Tria Olga Amika Siamora

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa,

yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya….. Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Bapak?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Bapak-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil,

Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Bapak bekerja dan dengan wajah lelah Bapak selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……

Bapak biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Bapak mengganggapmu bisa,

Bapak akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Bapak, jangan dilepas dulu roda bantunya”, Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Bapak dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba

Tetapi Bapak akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Bapak melakukan itu karena Bapak tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek,

Bapak yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Bapak benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….

Kamu mulai menuntut pada Bapak untuk dapat izin keluar malam,

dan Bapak bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Bapak melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Bapak, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Bapak, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Bapak memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Bapak sangat ingin mengikuti keinginanmu,

Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Bapak akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)

Bapak sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Bapak merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Bapak melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu,

kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Bapak adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Bapak akan mengeras dan Bapak memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Bapak akan segera datang?

“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Bapak”

Setelah lulus SMA, Bapak akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Bapak itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…

Tapi toh Bapak tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Bapak

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…

Bapak harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Bapak terasa kaku untuk memelukmu?

Bapak hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Bapak ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Bapak lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya,

dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Bapak melakukan itu semua agar kamu KUAT…

kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu,

orang pertama yang mengerutkan kening adalah Bapak.

Bapak pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru,

dan Bapak tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Bapak adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Bapak, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Bapak belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Bapak merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Bapak adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Bapak akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Bapak untuk mengambilmu darinya.

Bapak akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Bapak tahu…..

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Bapak melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya,

Bapak pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui,

di hari yang bahagia itu Bapak pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Bapak menangis karena Bapak sangat berbahagia,

kemudian Bapak berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Bapak berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….

Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Bapak hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Bapak telah menyelesaikan tugasnya….

Bapak, Ayah, Papa kita…

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal.

Dibalik Cerita Seorang Sahabat

Cerita ini buat : Nichol PO and Phaulusdiaz DM Simamora

Saya mempunyai seorang sahabat semasa kuliah dan kami bertemu untuk melepaskan rindu. Sudah 7 tahun yang lalu kami tidak pernah bertemu dimulai saat kami selesai dinotbatkan menjadi seorang Sarjana Komunikasi di salah satu perguruan tinggi yang ada di Jakarta Selatan.

Kini dia telah menikah dan memiliki 2 orang anak laki -laki. Maklum sahabat saya waktu disemester kedua telah menikah. Dalam pertemuan, banyak yang kami ceritakan, mulai dari cerita sewaktu menjadi mahasiswa hingga cerita tentang pernikahan.

Pada pertemuan itu juga, kami berbagi cerita tentang sifat -sifat anak kami. Sahabat saya menceritakan tentang kedua sifat anaknya, bahwa kedua anaknya mempunyai sifat yang berbeda.

Anak pertama sahabat saya berusia 13 tahun dan dia sangat patuh kepada kedua orangtuanya. Maklum dia anak sulung sudah seharusnya memberikan contoh yang baik pada adiknya. Belajar sendiri, buat PR sendiri, selesai sekolah langsung pulang kerumah, rajin membantu ibunya, menjaga adik bahkan dia juga menyapu dan mencuci piring dirumah .

Dia juga sering meraih beberapa prestasi baik disekolah maupun melalui event yang menampilkan perlombaan. Dia juga sangat mandiri dan tidak mau menyusahkan kedua orangtuanya. Sahabat saya bilang dia sangat beruntung punya anak yang baik seperti anak pertamanya karena dia tidak perlu lagi harus bersusah payah mengurusinya.

Kemudian, anak yang kedua sahabat saya berusia 10 tahun dan mempunyai sifat yang berbeda dari abangnya. Dia sangat malas belajar, tidak mau mengerjakan tugas-tugas sekolah, suka berantam sesama temannya, pergi kesekolah juga harus dipaksa, sering melawan orangtuanya dan masih banyak lagi sifat-sifat buruknya.

Atas sifat dan perilaku anak keduanya, sahabat saya menjadi lebih fokus senantiasa melayani , membimbing, mendampingi, memberikan kasih sayang, perhatian, menemani mengerjakan tugas-tugas sekolah, mengantarkan pergi kesekolah, membujuknya saat sedang merajuk dan lain-lain.

Tindakan sahabat saya ini hanyalah untuk membuat sifat anak keduanya dapat berubah dan bisa seperti sifat dan perilaku abangnya. Hari demi hari sahabat saya selalu sabar dan ikhlas dalam melakukan dan memberikan kasih sayang serta perhatianya tanpa mengenal lelah sedikit pun.

Dalam keikhlasan, kesabaran dan sikapnya yang pantang menyerah menjadi modal utama baginya untuk merubah sikap anaknya. Perasaannya pun menjadi sangat senang dan bahagia ketika dia berhasil merubah perilaku anak keduanya menjadi baik.

Namun seketika waktu perubahan perilaku terjadi pada anak pertamanya. Anak pertamanya mulai malas belajar, selesai sekolah sering telat pulang kerumah, tugas –tugas sekolah sering tidak lagi pernah dikerjakan, bangun pagi sering kesiangan dan beberapa perilaku buruknya lagi. Sahabat saya menjadi heran dan terkejut dengan sikap anak pertamanya itu, karena perilakunya lebih buruk lagi dibanding dengan perilaku adiknya terdahulu.

Sahabat saya berusaha untuk menemukan masalah tentang perubahan sikap yang dialami anak pertamanya. Keikhlasan, kesabaran dan sikap pantang menyerah juga menjadi modal utamanya dalam merubah perilaku anaknya.

Disaat menjelang tidur malam, sahabat saya menghampiri anaknya yang pada saat itu sedang mau tidur di dalam kamarnya. Kemudian sahabat saya menanyakan perubahan sikap pada anaknya. Pada saat itulah anaknya dengan jujur mengatakan bahwa dia melakukannya karena dia juga menginginkan kasih sayang dan perhatian ayah dan ibunya seperti yang pernah dilakukan kepada adiknya.

Dibalik cerita singkat ini, ada makna yang dapat saya petik atas peran sahabat saya sebagai orangtua dalam memperlakukan dan mendidik anak-anaknya. Adapun makna dari beberapa cerita tersebut :

Sebagai orangtua harus memahami tentang psikologis anak kita masing-masing, misalnya perasaan, emosional, pikiran, minat, bakat, kebutuhan, motivasi dan kemampuannya. Dengan memahami psikologis ini, maka kita akan mampu memberikan asuhan dan didikan yang baik bagi anak kita.

Sebagai orangtua harus mempunyai sifat keikhlasan, kesabaran dan sifat pantang menyerah dalam memberikan asuhan dan didikan pada anak. Sebab sifat dan perilaku anak gampang berubah dalam situasi tertentu.

Sebagai orangtua juga harus bisa menjadi teman dari anak dalam menyelesaikan masalahnya dan bukan sebagai orangtua yang menyalahkan dan menghakimi anaknya. Perilaku dan sifat anak dapat dimodifikasi dengan membutuhkan keikhlasan, kesabaran serta sikap yang pantang menyerah.

Sebagai orangtua jangan memaksakan pada anak untuk mengatakan tentang masalahnya kepada kita disaat anak sedang baru mengalaminya. Dan usahakan agar anak dengan sendirinya mau mengatakan tentang masalahnya dengan sejujurnya. Walaupun membutuhkan waktu yang relative lama.

Sebagai orang tua dalam memberikan kasih sayang, perhatian dan penghargaan harus seimbang dan adil diterima oleh anak. Karena kasih sayang, perhatian dan penghargaan tersebut merupakan pondasi anak dalam melanjutkan proses tumbuh kembangnya.

Anak yang telah mempunyai sifat dan perilaku yang baik jangan dibiarkan dengan sendirinya, senantiasa berikan motivasi, perhatian dan penghargaan agar anak dapat mempertahankan sifat dan perilakunya dengan baik.

“ Terimakasih sahabat atas pembelajaran yang engkau berikan, semoga semua orangtua senantiasa ikhlas, sabar dan pantang menyerah dalam memberikan asuhan dan didikan bagi anak-anaknya.”

Kamis, 05 Agustus 2010

Patah Hati Seorang Bapak

Ada cerita seorang bapak yang sangat menyayangi anaknya, suatu hari si Bapak ngasih kalung permata bagus banget, anaknya seneng sekali.

Setiap hari kalung itu dipake terus, pagi siang malam gak mau dilepasin, si anak bahagia sekaligus senang atas kalung yang indah pemberian Bapaknya.

Satu bulan kemudian si Bapak manggil anaknya dan di berkata: "anakku .... Bapak liat kamu sangat suka ama kalung itu .... Bapak boleh ga minta kalung itu", si anak menjawab : " ga ah papa ...... aku suka dan sayang ama kalung ini ..... kalo papa minta yang lain ... aku kasih deh" ......

Akhirnya si Bapak tersebut diam saja ........ dan anaknya terus tertawa dan tetap menyimpan kalung itu ...... 1 bulan kemudian .... si Bapak manggil anaknya lagi dan berkata: "anakku ..... kamu suka sekali ama kalung itu ya .... Bapak boleh minta kalung kamu ???" si anak menjawab sambil merengut: " ga ah papa ...... aku sayang banget ama kalung ini .... aku ga pengen ngelepasin kalung ini .... kalung ini setiap hari bersama-sama dengan aku ... kalau papa minta yang lain aku kasih deh ..." akhirnya Bapak itu diam lagi dan menarik nafas ....... dan anaknya tetap dengan kalung tersebut ........

Satu bulan kemudian bapak ini manggil anaknya lagi:" anakku ... Bapak boleh minta ga kalung ini???" ... si anak menjawab dengan muka sedih: " papa .... papa suka ya sama kalung ini ??? ... papa benar benar mau yang dengan kalung ini ??? " dengan menangis anak ini lalu melepas kalung itu dan memberikan kepada Bapaknya: " papa .... kalung ini kuberikan pada papa .... walaupun hati saya sangat sedih" si Bapak menerimanya dengan tersenyum dan berkata kepada anaknya" anakku ..... kalung yang kamu pakai itu adalah kalung permata yang palsu .... Bapak mau mengganti dengan kalung permata yang asli " ..........

Kadang kadang kita merasa bahwa kita mendapatkan yang terbaik .. tapi percayalah ..... bukan itu yang terbaik ..... karena yang terbaik telah disiapkan Tuhan untuk kita ......

Sertifikat Hak Milik atau SHM

Izin Penghuni berbeda dengan SHM. Meskipun sebuah rumah dinas telah dihuni berpuluh tahun bukan berarti rumah itu sudah menjadi milik penghuni.

SHM adalah singkatan dari Sertifikat Hak Milik.

Merupakan Hak Atas tanah yang terbaik.

jangka waktu berlakunya hak, tidak dibatasi.

Obyek tanah yang bisa dijadikan hak milik adalah tanah pertanian dan bukan pertanian


Pemegang Hak Milik adalah :

· Perseorangan Warga Negara Indonesia,

· Badan Hukum yang ditunjuk seperti Bank Pemerintah dan Lembaga Keagamaan (yang menggunakan tanahnya untuk sarana peribadatan).

Hak Milik atas tanah negara dapat diperoleh dengan Keputusan Pemberian Hak oleh Instansi BPN (Badan Pertanahan Nasional)

Hak Milik dapat juga diperoleh dengan mendaftarkan tanah Hak Milik Adat/Girik ke kantor BPN untuk dikonversi menjadi Hak Milik

Hak Milik dapat beralih dan dialihkan serta dapat dibebani dengan Hak Tanggungan sebagai Jaminan Hutang

Prosedur membuat SHM :

1. Mengisi Formulir Permohonan

2. Maksimum luas tanah 600M2

3. Sertifikat Hak Guna Bangunan atau Hak Pakai

4. Foto copy Izin Mendirikan Bangunan, atau Surat Keterangan Lurah setempat bahwa bangunan tersebut digunakan untuk rumah tinggal ( dengan menunjukan aslinya )

5. Foto copy PBB tahun berjalan ( dengan menunjukan aslinya )

6. Surat Pernyataan diatas materai Rp.6000,- tidak memiliki tanah perumahan lebih dari 5 (lima) bidang dengan luas tanah keseluruhan tidak lebih dari 500M2

7. Surat Kuasa dan Foto copy KTP Penerima Kuasa bila dikuasakan

8. Foto copy KTP Pemohon

9. Surat Persetujuan dari pemegang Hak Tanggungan apabila tanah tersebut dibebani Hak Tanggungan

Jangka waktu penyelesaian : 21 hari kerja setelah berkas lengkap

Sertifikat Hak Milik atau SHM

Izin Penghuni berbeda dengan SHM. Meskipun sebuah rumah dinas telah dihuni berpuluh tahun bukan berarti rumah itu sudah menjadi milik penghuni.

SHM adalah singkatan dari Sertifikat Hak Milik.

Merupakan Hak Atas tanah yang terbaik.

jangka waktu berlakunya hak, tidak dibatasi.

Obyek tanah yang bisa dijadikan hak milik adalah tanah pertanian dan bukan pertanian

Pemegang Hak Milik adalah :

Perseorangan Warga Negara Indonesia,

Badan Hukum yang ditunjuk seperti Bank Pemerintah dan Lembaga Keagamaan (yang menggunakan tanahnya untuk sarana peribadatan)

Hak Milik atas tanah negara dapat diperoleh dengan Keputusan Pemberian Hak oleh Instansi BPN (Badan Pertanahan Nasional)

Hak Milik dapat juga diperoleh dengan mendaftarkan tanah Hak Milik Adat/Girik ke kantor BPN untuk dikonversi menjadi Hak Milik

Hak Milik dapat beralih dan dialihkan serta dapat dibebani dengan Hak Tanggungan sebagai Jaminan Hutang

Prosedur membuat SHM :

1. Mengisi Formulir Permohonan

2. Maksimum luas tanah 600M2

3. Sertifikat Hak Guna Bangunan atau Hak Pakai

4. Foto copy Izin Mendirikan Bangunan, atau Surat Keterangan Lurah setempat bahwa bangunan tersebut digunakan untuk rumah tinggal ( dengan menunjukan aslinya )

5. Foto copy PBB tahun berjalan ( dengan menunjukan aslinya )

6. Surat Pernyataan diatas materai Rp.6000,- tidak memiliki tanah perumahan lebih dari 5 (lima) bidang dengan luas tanah keseluruhan tidak lebih dari 500M2

7. Surat Kuasa dan Foto copy KTP Penerima Kuasa bila dikuasakan

8. Foto copy KTP Pemohon

9. Surat Persetujuan dari pemegang Hak Tanggungan apabila tanah tersebut dibebani Hak Tanggungan

Jangka waktu penyelesaian : 21 hari kerja setelah berkas lengkap

Kamis, 10 Desember 2009

Jangan Hanya Melihat Dengan Mata



Dua malaikat yang sedang melakukan perjalanan ke luar kota, singgah pada rumah seorang yang kaya raya. Keluarga tersebut kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat tersebut tidur di dalam rumah besar mereka. Sebagai gantinya, mereka menyuruh kedua malaikat tersebut tinggal di gudang bawah tanah mereka yang dingin, kotor dan tanpa pemanas. Ketika sedang menyiapkan tempat tidur mereka, malaikat yang lebih tua melihat sebuah lubang di dinding, dan lalu memperbaikinya. Ketika malaikat yang lebih muda bertanya, malaikat yang tua itu menjawab: "Tidak semua hal itu sebagaimana tampaknya."


Malam berikutnya, kedua malaikat tersebut menginap di sebuah keluarga petani yang miskin, tetapi sangat ramah. Setelah berbagi makanan yang serba sedikit, pasangan petani tersebut mempersilahkan kedua malaikat tersebut tidur di tempat tidur mereka, sedangkan mereka sendiri tidur di lantai.

Ketika matahari muncul di ufuk timur keesokan paginya, mereka menemukan pasangan petani tersebut sedang menangis sedih. Ternyata, sapi yang merupakan satu-satunya sumber penghidupan mereka, yang memberikan susu setiap pagi, tergeletak mati di pinggir ladang mereka. Malaikat muda menjadi marah dan mencaci maki malaikat tua, katanya, "Mengapa engkau tega melakukan semua ini kepada mereka? Mengapa engkau membiarkan semua ini terjadi? Kemarin kita mendapat kesempatan untuk menginap di rumah seorang kaya raya. Kita dibiarkan tidur di gudang yang kotor dan dingin, tetapi kamu masih membantu mereka dengan memperbaiki dindingnya yang bolong. Malam ini kita menginap di rumah seorang petani miskin yang begitu ramah dan mau berbagi, tetapi apa yang kamu lakukan? Kamu biarkan sapi yang merupakan satu-satunya sumber hidup, mati. Maumu apa, sih?"

Malaikat tua menjawab singkat: "Tidak semua hal itu sebagaimana tampaknya."

Ketika malaikat muda mendesak untuk menjelaskan, malaikat tua berkata, "Waktu kita menginap di tempat orang kaya kemarin, aku melihat sebuah lubang di dinding. Di dalamnya ada kepingan emas. Tetapi karena orang kaya tersebut sangat tamak, tidak mau berbagi, dan tidak bisa ramah kepada orang lain, maka dinding tersebut kututup. Biar mereka tidak tahu dan tidak dapat mengambil emas tersebut. Lalu malam ini, ketika kita tidur di ranjang Pak Tani, dan mereka mengalah tidur di lantai, malaikat maut datang hendak mengambil isteri petani itu. Tetapi aku belokkan dan sebagai gantinya, malaikat maut itu mengambil sapi Pak Tani."

-------------

Tidak semua hal itu seperti bagaimana tampaknya. Terkadang kejadian di sekitar kita juga begitu. Jika kamu memiliki iman, kamu harus percaya bahwa semua hal merupakan keberuntunganmu, meskipun mungkin kita tidak menyadarinya.

Orang yang datang dan pergi begitu saja dalam kehidupan kita, ada yang menjadi teman, dan ada pula yang tinggal hanya sekejap, tetapi meninggalkan kenangan manis dalam kehidupan dan hati kita. Dan kita tidak pernah menjadi sama, karena kita telah berteman dengan banyak orang.

Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.